Hak-hak istri atas suaminya
 
 
 
1.Menafkahi istrinya yaitu memberi makan minum, tempat tinggalmenurut cara yang baik. Rasul Saw :
 
“ Kamu memberinya makan jika kamu makan, memberi pakaian jika kamu berpakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menjelek-jelekannya dan tidak mendiamkannya kecuali dalam rumah (tidak boleh memindahkan istrinya ketempat lain, kemudian mendiamkannya di tempat itu”(H.R Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hiban).
 
2.Memberinya kenikmatan. Yaitu suami wajib menggauli istrinya meski Cuma sekali dalam setiap empat bulan. Jika ia tidak mampu memberikan layanan yang memadai baginya.
 
3.Menginap di rumahnya semalam dalam setiap empat malam (bagi suami yang berhalangan menginap dirumahnya setiap malam) dan ini pula merupakan keputusan pada zaman pemerintahan Umar bin Khatab r.a.
 
4.Suami berada disisi istrinya pada hari pernikahan dengannya selama seminggu jika seorang gadis, dan jika tiga hari jika istrinya seorang janda. Rasul Saw.: “seorang gadis mempunyai hak tujuh hari dan seorang janda mempunyai hak tiga hari. Kemudiania (suami yang beristri lebih dari satu) kembali menemui istri-istri yang lain”.(H.R.Muslim)
 
5.Suami disunahkan untuk mengijinkan istrinya menjenguk saudaranya(muhrim) yang lagi sakit atau mahrom yang meninggal duniaatau juga mengunjungi sanak kerabatnya, jika tidak memberatkan suaminya.
 
6.Istri berhak mendapatkan jatah yang adil dari suaminya, jika suaminya itu beristri lebih dari satu. Rasul Saw.;
 
“Barangsiapa yang memiliki dua istri, lalu ia condong kepada salah satu dari keduanya, maka pada hari kiamat ia akan datang dalam keadaan tertarik salah satu pundaknya sambil jatuh bangun atau miring.”(H.R.at-Tirmidzi)
 
 
 
Hak suami atas istri
 
Ditaati istrinya dalam kebaikan.
Istrinya wajib mentaati dalam hal yang bukan maksiatkepada Allah dan dalam kebaikan. Istri tidak wajib mentaati suaminyadalam hati yang tidak sanggup dikerjakannya atau hal-hal yang menyusahkannya. Firman Allah (An-Nisa:34) :
 
“Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.”
 
Rasul Saw bersabda: “Seandainya aku diperbolehkan memerintahkan seseorang supaya bersujud kepada seseorang maka aku akan perintahkan seorang istri bersujud kepada suaminya.”(H.R.At-Tirmidzi)
 
Istri wajib menjaga harta suaminya, wajib menjaga kehormatannta dan tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali seizin suaminya. Firman Allah (An-Nisa:34) :”Wanita-wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada”
Istri wajib menyerahkan dirinya kepada suaminya, kapan saja suaminya ingin menggaulinya. Karena menggauli merupakan salah satu haknya. Sabda Rasul saw: “Jika seorang suami mengajak istrinya ketempat tidur, kemudian istrinya menolak mendatanginya,sehingga suaminya marah kepadanya semalaman, niscaya istrinya tersebut dilaknat oleh para malaikat hingga pada pagi hari.”(H.R.Mutatafaqun alaih,Bukhari Muslim).
Istri wajib berpergian dengan suaminya jika suaminya menghendakinya.
Jika seorang istri ingi berpuasa sunnah dan suami berada di rumah maka ia wajib minta izin terlebih dahulu kepada suaminya.