Tasawwuf  secara etimologis antara lain :
Pertama, berasal dari kata ‘suffah’:
 
Suffah adalah suatu bagian (tempat) di Masjid Nabawi, Madinah. Ditempat tersebut beberapa puluh orang shahabat ra. yang tidak mempunyai rumah permanen yang biasa mereka tinggal. Mereka hidup Zuhud dan kosentrasi ibadah kepada Allah SWT serta menimba ilmu langsung dari Rasulullah Saw.
 
Kedua, bahwa tasawwuf diambil dari kata sifat dalam bahasa arab diambil dari kata tasawwufan artinya (pengamal tasawwuf) suka membahas sifat-sifat Allah sekaligus mengamalkan sifa-saifat Allah tersebut dalam perilaku mereka sehari-hari sehingga sifat itu menjadi kepribadiaanya.
 
Ketiga berasal dari kata suffah (selembar bulu). Dimana para sufi merasa seperti sehelai bulu yang terpisah dari kesatuaanya dan sangat tidak berarti.
 
Keempat  berasal dari kata shofia.(hikmah bijaksana) Para sufi dalam kesehariaanya selalu mencari hikmah ilahiyah.
 
Kelima berasa dari kata as Safa (suci murni, tidak ternoda, tidk tercela. Dimana para sufi ini selalu berusaha untuk tazkiyatun nafs, mensucikan jiwa.
 
Keenam berasa dari kata suf. (bulu domba,wol) Dimana para sufi seringkali berpakaian bulu domba kasar karena kesederahnaan hidup mereka. Hal ini merupakan reaksi karena dunia islam sepeninggal khulafa Rasyidin hidup dalam kemewahan duniawi.
 
Sedangkan menurut terminologis:
Pertama, tasawwuf adalah akhlaq mulia yang tampak di zaman mulia dari seseorang manusia kaum yang mulia (muhammad ibn Ali al Qosab).
 
kedua, Tasawwuf adalah Allah mematikanmu. Allah menghidupkanmu. Dan kamu berada bersama Allah tanpa perantara (Syekh Junaedi al-Bagdadi w.297 H)
 
Ketiga, tasawwuf adalah engkau tidak memiliki sesuatu. Dan engkau tidak dimiliki sesuatu (syekh Samnun al-Muhib w.297 H).
 
Keempat, tasawwuf adalah keadaan dimana seseorang hamba setiap waktu melakukan sesuatu  perbuatan yang lebih baik dari waktu sebelumnya (Ustman al Maliki)
 
Kelima, tasawwuf adalah satu nama bagi tiga makna; nur ma;rifatnya tidak memadamkan cahaya ke waro-anya, tidak berbicara tentang ilmu bathin yang bertentangan dengan ma;na zahir al-Quran atau sunah dan tidak terbawa oleh karomahnya untuk melanggar larangan Allah (Syekh Sirri Saqati, w.251 H)
 
Keenam, tasawwuf adalah mensucikan hati dan melepasakan nafsu dari pangkalnya dengan khalwah, riyadloh, terus menerus dzikir dengan dilandasi iman yang benar, mahabbah, taubat dan ikhlas (Syekh Abdul Qodir Jaelani)
 
Sedangkan dalam kitab Sirrul asror karya Syekh Abdul Qodir Jaelani bahwa tasawwuf di mustaq (dipecah) hurufnya dari 4 huruf hijaiyah.
 
Ta (taubat)
Sha, Shafa (Bersih)
Wau, wilayah (kewalian)
Fa, Fana (Rusak)