< Hukum Puasa bagi musafir, orang sakit, lanjut usia, hamil dan menyusui | PuasaUstadz Kembar

USTADKEMBAR.COM

TRAVEL KEMBAR TOUR HAJI & UMROH MURAH

JMS Support Online

cs1 082334444445
cs2 082334444445
ustadkembar@gmail.com

Social Network

Instagram

Login Form

 

اللّهُمَّ لَبَيْكَ لَبَيْكَ لاشَرِيْكَ لَكَ لَبَيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ لَكْ وَالْمُلْكَ لاشَرِيْكَ لَكْ

MUSAFIR
 
Dimana seorang muslim lagi di perjalanan maka diperbolehkan shalat diqashar dengan syarat perjalanan tersebut berjarak 84 mil. Dan juga diperbolehkan secara syariat berbuka dimana ia berpuasa namun ia harus mengqadlanya dilain waktu(dilain bulan Ramadlan). Allah telah berfirman (Al-baqarah:183): “Barangsiapa diantara kalian sakit atau lagi diperjalanan maka boleh berbuka dan digantinya dengan jumlah hari-hari yang ditinggalkannya dihari-hari yang lain. Tetapi apabila yang lagi diperjalanan(musafir) itu berpuasa dan dalam perjalanan itu tidak memberatkan baginya maka puasa itu lebih baik daipada berbuka. Akan tetapi sebaliknya bila dalam perjalanan itu memberatkan maka berbuka lebih baik. Akan tetapi harus menqadlonya.
 
ORANG YANG SAKIT
 
Dimana seorang muslim ditimpa sakit dalam bulan Ramadlan akan tetapi sakitnya itu tidak memberatkan maka teruskanlah berpuasa. Akan tetapi sebaliknya bilamana seorang muslim itu sakit dan sakitnya itu memberatkan maka berbuka puasalah akan tetapi ia harus menqqadlonya di lain waktu bukan bulan Ramadlan. Dan bilamana sakitnya itu tidak akan bisa sembuh lagi maka ia diharuskan membayar fidyah yaitu satu mud atau ¾ liter dari makanan setiap harinya kepada fakir miskin.
 
ORANG YANG TELAH LANJUT USIA
 
Dimana seorang muslim atau musliamat telah sampai lanjut usia. Dan ia tidak mampu lagi berpuasa. Maka sebagai gantinya yaitu fidyah setiap harinya satu mud atau ¾ liter dari makanan. Ibnu Abbas r.a. berkata dari Rasul Saw.: Diperbolehkan bagi orang yang telah lanjut usia memberikan makanan setiap harinya kepada fakir miskin dan tidak ada kewajiban qadlo baginya.(H.R.Daruqathni dan al-Hakim)
 
ORANG YANG LAGI HAMIL DAN MENYUSUI
 
Apabila seorang muslimah hamil dan dikhawatirkan atas dirinya dan yang ada di kandungannya maka boleh tidak berpuasa. Dan dimana telah beres dari udzurnya maka harus mengqadlonya atas hari-hari yang ditinggalkannya. Dan apabila ia orang yang berkecukupan dan dengan shadaqah atau fidyah setiap hari yang ditinggalkannya, Dan hal ini lebih sempurna bagi muslimah itu dan lebih agung ganjarannya.
 
Hal ini pun berlaku bagi orang yang sedang menyusui karena khawatir terhadap dirinya atau anaknya. Dan tidak menemukan orang yang dapat menyusui anaknya selain dirinya.
 
PERINGATAN
 
Barangsiapa yang lalai dalam mengqadlo bulan Ramadhan tanpa udzur sehingga masuk bulan Ramadhan yang lain maka wajiblah memberikan fidyah tiap hari yang ditinggalkannya dengan memenuhinya kepada faqir miskin.
Barangsiapa seorang muslim meninggal dan wajib padanya puasa qadla. Maka walinyalah yang menggantikan untuk mengqadlonya. Rasul Saw. Bersabda: Barangsiapa yang meninggal dan wajib padanya puasa qadlo maka walinyalah yang mengqadlonya.(H.R.Mutafaqun alaih). Seseorang bertanya kepada Rasul Saw.: Sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia dan wajib atasnya puasa sebulan. Apakah aku dapat memenuhinya? Rasul Saw.: iya, maka hutang Allahlah yang lebih hak dilunasinya.(H.R.Mutafaqun alaih)

Who Online

We have 72 guests and no members online

GTranslate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Filtered News

Ganjaran istri shaleh dan tidak shaleh
Thursday, 06 March 2014
Hadist wanita shalih   Abu Hurairah, Rasu Saw;:”Sebaik-baik wanita adalah wanita yang apabila kamu memandang kepadanya, maka mengembirakan... Read More...
Kifarat
Thursday, 06 March 2014
KIFARAT   Kifarat(denda) adalah sesuatu yang dapat menghapuskan dosa. Yaitu denda yang dapat diakibatkan pelanggaran syariat Islam. Maka apabila... Read More...
Puasa sunah, haram, makruh
Thursday, 06 March 2014
PUASA SUNAH   Puasa Arafah dimana lagi tidak melakukan kegiatan haji. Yaitu tanggal 9 dzulhijjah. Rasul Saw. Bersabda : Puasa di hari Arafah... Read More...
Perkara yang membatalkan ganjaran Puasa
Thursday, 06 March 2014
5 perkara yang membatalkan ganjaran puasa:   Di riwayatkan dari anas r.a.Nabi Saw. Telah bersabda: Ada lima perkara yang menghilangkan ganjaran... Read More...
Perkara Membatalkan Puasa
Thursday, 06 March 2014
Perkara-perkara yang membatalkan puasa Masuknya cairan ke dalam tubuh melalui hidung, mata telinga,.Seperti meneteskan cairan atau melalui dubur dan... Read More...
Perkara Makruh dalam Berpuasa
Thursday, 06 March 2014
  Pekara-perkara yang makruh dalam berpuasa   Berlebih-lebihan dalam berkumur dan intisyaq(menghirup)air ketika berwudlu. Rasul saw.... Read More...
Perkara yang Dibolehkan dalam berpuasa
Thursday, 06 March 2014
Perkara-perkara yang diperbolehkan dalam berpuasa   Menggunakan siwak siang hari. Sedangkan menurut Imam ahmad makruh hukumnya bila menggunakan... Read More...
Perkara yang Dimaafkan dalam Berpuasa
Thursday, 06 March 2014
  Perkara-perkara yang di maafkan dalam berpuasa   Menelan ludah walaupun banyak.(maksudnya ludah sendiri). Terpaksa muntah dan... Read More...
Penentuan Masuknya Bulan Romadhan
Thursday, 06 March 2014
PENENTUAN MASUKNYA BULAN RAMADHAN   Penentuan bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan salah satu cara diantara keduanya:   Pertama yaitu... Read More...
Puasa (hadits)
Thursday, 06 March 2014
1.Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang (... Read More...

FW Gallery Fancy Slideshow

Social Network 2

CoalaWeb Traffic

Today282
Yesterday791
This week307164
This month18468
Total307164

Visitor Info

  • IP: 54.81.117.119
  • Browser: unknown
  • Browser Version: unknown
  • Operating System: unknown

Who Is Online

3
Online

Tuesday, 24 April 2018 12:31
Powered by CoalaWeb