Syarat-syarat Sa’i
A. Syarat-syarat Sa’i adalah sebagai berikut :
1. Niat, karena Rasulullah saw bersabda,”sesunguhnya perbuaan itu tergantung pada niatnya.”(HR. Al-Bukhari). Oleh kaerana itu, sa’i harus diniatkan untuk beribadah sebagai ketaatan kepada Allah dan untuk menjalankan perintahNya.
2. Tertib di antara sa’i dan thawaf atau berarturan, yaitu dengan mendahulukan thawaf dariapada sa’i.
3. Seluruh babak sa’i dilakukan secara keseimbungan sekaligus, tetapi jeda ringan diperbolehkan, apalagi jika hal itu disebabkan kondisi yang darurat.
4. Menyempurnakan jumlah babak sebanyak tujuh kali, dan jika kurang tujuh kali atau beberapa kali balikan, maka sa’i tersebut tidak akan mendapat pahala`, karena hakikat sa’i terletak pada kesempurnaan ketujuh babaknya.
5. Melaksanakan sa’i setelah menyelesaikan thawaf dengan benar, apakah thawaf itu sebagai thawaf wajib maupun sunah, tetapi yang lebih utama adalah setelah thawaf wajib seperti thawaf qudum, atau thawaf rukun seperti thawaf ifadah.
. Sa’i adalahsatu rukun haji dan umroh, berdasarkan firman Allah SWT, :”Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi’ar Allah.”(Al-Baqarah :158) dan sabda Rasulullah saw ; “Lakukanlah sa’i atas kamu sekalian.”(HR.Ibnu Majah, ahmad :26821 dan syafi’i :1/372)