B.Syarat-syarat haji dan umroh
Kewajiban hajidan umroh harus memenuhi syarat-syarat berikut :
1. Islam. Hanya orang Islam yang dituntut untuk menunaikan ibadah hajidan umroh.Selain Islam tidak syah.
2. Berakal. Karena tidak ada perintah yang ditunjukan kepada orang gila.
3. Baligh, karena tidak tidak ada perintah yang ditunjukan kepada anak kecil sampai ia baligh (dewasa).Rasulullah Saw. Bersabda : “Hukum tidak dapat diperlakukan atas tiga orang, yaitu orang gila samapai ia sadar, orang tidur samapi ia bangun, dan anak kecil samapai ia bermimpi (baligh).” (HR.Ahmad{1330} dan Abu Daud {4399})
4. Mampu, yaitu mempunyai bekal dan biaya perjalanan. Berdasarkan firman Allah Ta’ala :
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orangyang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (Ali Imron :97).
Oleh karena itu orang fakir yang tidak mempunyai harta untuk memenuhi kebutuhan dirinya selama melakasanakan ibadah haji dan tidak ada bekal untuk kebuituhan keluarga yang ditinggalkannya, jika ia mempunya keluarga maka haji dan umroh tidak wajib baginya.Begitu juga orang yang mempunyai harta dan dapat memenuhi kebutuhan hidup dalam perjalanan haji dan umrohnya dan juga untuk keluarganya, tetapi ia tidak ada kendaraan atau tidak mampu berjalan kaki atau ia mendapatkan kendaraan akan tetapi ia diperjalanannya ia khawatir terjadi sesuatu terhadap dirinya, hartanya, atau keluarganya. Maka iapun tidak wajib melaksanakan haji dan umroh, karena tidak ada kemampuan tersebut.